Featured

Pengalaman Wawancara [Lulus] One Shot Beasiswa LPDP 2021 Tujuan Kampus Luar Negeri

Mendaftar program beasiswa magister memerlukan persiapan yang matang termasuk beasiswa LPDP. Tahapan seleksi bisa saja berbeda setiap tahunnya tergantung kebijakan yang ditetapkan. Tahun ini, ada tiga tahap proses seleksi LPDP yaitu administrasi, substansi akademik dan wawasan kebangsaan, dan terakhir seleksi wawancara.

Setelah dinyatakan lulus tahap administrasi dan seleksi subtansi akademik, peserta akan mengikuti seleksi wawancara. Beberapa mengatakan kalau tahap ini merupakan tahapan yang paling sulit atau tricky. Interviewer akan menggali lebih dalam terkait apa yang sudah kita tuliskan dalam form aplikasi baik isian singkat maupun essay.

Alhamdulillaah ‘alaa kulli hal, Saya dinyatakan lulus seleksi wawancara beasiswa LPDP 2021 tujuan kampus Luar Negeri (LN). Di sini saya membagikan pengalaman tersebut. Semoga sedikit membantu teman-teman yang ingin dan atau sedang persiapan untuk melanjutkan studi menggunakan beasiswa LPDP.

Medium dan Sistem Wawancara

Pada tahun 2021, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara online karena pandemi COVID-19. Tes wawancara diadakan melalui platform video komunikasi Zoom dengan sistem waiting room. Saya kebagian kelompok 30 dan waktu wawancara 15.00 WIB. Semua peserta diwajibkan bergabung dalam waiting room 2 jam lebih awal untuk antisipasi jika ada peserta yang tidak hadir sehingga waktu wawancara yang awalnya 15.00 WIB bisa saja menjadi 13.00/ 14.00 WIB. Gugup bukan main selama menunggu di waiting room. Hehehe Meninggalkan layar laptop untuk buang air kecil aja bikin gugup meroket dan over thinking (takut kejadian seperti teman saya, pas balik tiba-tiba interviewer sudah muncul) HAHA LOL

Jumlah Interviewer

Interviewer berjumlah sebanyak 2 orang. Berdasarkan pengamatan saya dan hasil browsing nama beliau, Bapak interviewer tersebut seorang akademisi (guru besar Fisika Universitas ternama di Indonesia) dan Ibu berambut panjang yang menggunakan kaca mata merupakan seorang psikolog.

Durasi dan Bahasa Yang Digunakan Ketika Wawancara

Berdasarkan hasil sharing dengan teman-teman grup mock interview 2021, durasi wawancara bervariasi tergantung interviewer mungkin sudah merasa cukup atau belum. Saya sendiri, wawancara berlangsung selama kurang lebih 30-45 menit. *Cenderung lebih singkat dibandingkan pengalaman wawancara offline di tahun-tahun sebelumnya, 1-2 jam (*informasi awardee).

Untuk tujuan kampus LN, beberapa teman saya ada yang diinterview menggunakan full Bahasa Inggris, full Bahasa Indonesia, dan ada juga yang campuran dari kedua Bahasa tersebut. Tipsnya adalah menjawab dengan Bahasa Inggris ketika diberikan pertanyaan ber Bahasa Inggris, begitu juga sebaliknya. Tentunya, persiapkan diri untuk segala kondisi.

Berkas Yang Perlu Disiapkan Ketika Wawancara

Saya sendiri mempersiapkan berkas-berkas pendukung untuk data yang saya input di form LPDP seperti portofolio yang dikeluarkan kampus, sertifikat, surat keterangan kerja sama, dan hal-hal detail terkait kampus tujuan dalam bentuk hard copy dan soft file. Korespodensi dengan calon supervisor juga perlu didokumentasikan jika sudah ada.

Selain itu, jika ada project dan bisnis yang sudah atau akan berjalan (pengalaman teman saya yang ambil MBA), segala hal detail yang berkaitan bisa dikumpulkan dalam satu berkas agar lebih mudah ketika diminta mempresentasikan.

Cukup menenangkan dan melegakan ketika kita sudah well-prepared dan tried our best, meskipun waktu itu selama wawancara saya tidak ada diminta untuk menunjukkan data pendukung. Itu juga bisa membuat kita tetap percaya diri selama wawancara.

Cakupan Topik Wawancara

Topik wawancara untuk tahun 2021 seputar akademik dan psikologis. Tidak seperti tahun sebelumnya yang terdapat topik wawasan kebangsaan.

Percakapan/ Tanya Jawab Ketika Wawancara

Sebut saja dua interviewer sebagai Bapak Hussein dan Ibu Maria (nama disamarkan). Pas Bapak Hussein membuka percakapan dengan sangat ramah, gugup saya perlahan sirna 😅

Bapak Hussein membuka percakapan. “Selamat siang Wahdah, ini benar yaa dengan Wahdah?”

“Bismillaahirrahmanirrahiim.” Saya mengucap dengan pelan sembari melempar senyum. “Iyaa, benar sekali Bapak. “

“Kenalkan saya Bp. Hussein dan Ibu Maria sebagai interviewer hari ini. Saya ucapkan selamat yaa Wahdah sudah lulus tahap seleksi subtansi akademik. “

“Alhamdulillaah, terimakasih Bapak Ibu untuk kesempatan hari ini. Semoga Allah selalu limpahkan kesehatan dan keberkahan untuk kita semua”

“Aamiin. Baik, sebelum memulai interview, saya akan membacakan 4 peraturan interview. Pertama, saya minta izin untuk merekam proses interview kita hari ini. Boleh ya Wahdah? “

“Boleh, Pak. ” Saya sambil mengangguk.

“Yang kedua, peserta tidak diperkenankan untuk mendokumentasikan proses interview dalam bentuk apapun. Yang ketiga, tidak diperkenankan untuk mengaktifkan hand phone. Wahdah sekarang jaringan internet menggunakan teatring hp atau WiFi? “

“Saya menggunakan teatring hp, Pak. ”

“Kalau begitu silahkan turn on hp untuk teatring dan pastikan tidak digunakan untuk aktivitas lainnya ya. “

“Baik, Pak. ” Saya sedikit menjauhkan hp dari laptop.

“Terakhir, untuk memastikan tidak ada orang lain selain Wahdah di dalam ruangan, silahkan putar kamera laptopnya 360 derajat. “

Saya memutar kamera laptop dari depan ke samping, belakang, dan balik ke posisi semula.

“Baik kita akan mulai interviewnya yaa, silahkan Wahdah perkenalkan diri menggunakan Bahasa Inggris. Describe about yourself and your activities.”

“Bismillaahirrahmaanirrahiim. First of all.. thank you for giving me this opportunity. And I hope both of you stay healthy in there. Well, my name’s Nurwahdah and you can call me Wahda who is not only a dreamer but also a fighter. I graduated from the oldest university in South Kalimantan, Lambung Mangkurat University…. Umm.. majoring in Chemistry and finishing my bachelor’s degree for about 3.6 years. During my college, although I worked as a freelancer to support my financial aid, I was still able to contribute actively to both academic and non-academic activities… such as following conferences, writing papers, contributing to some organizations, leading events, and starting my mini business. After having an experience in the laboratory as a research assistant to carry out research project and write a book, I have worked as an analyst in the environmental laboratory since January 2021.”

“How about your parents? “

“My mom graduated from PGA (Pendidikan Guru Agama), and she decided to fully dedicate herself for family’s life after marriage. My daddy works as a farmer who is sometimes aided by my mom to plant food crops and other plants. Besides, he has taught willingly about religion like Tajwid, Fiqih, Tauhid, and Tasawwuf for Muslim/Muslimah every Monday and Friday in my parent’s house since his teacher gave an Amanah to teach before he died about 15 years ago.”

“Do you have brother/ sister? And do they also pursue a college degree? ”

“I have 2 big brothers who finished an education in the Islamic Boarding school. Unfortunately, they didn’t go to college after taking senior high school equivalency. The one is a teacher and a farmer as well. My first little brother went to the University of Lambung Mangkurat.. Umm..majoring in chemical engineering. Sadly, he decided to take a break from this university after a flash flood destroyed all of my family’s plantation in January 2021 which was ready to be harvested very soon. Then, He’s considering going to another university. My last little brother is studying in Islamic Boarding school as well.”

“So, you are the only daughter and also the first one in your family who will pursue a master’s degree? “

“Yes, I am. “

“Baik.. Kampus tujuannya di Luar Negeri ya, Ada Imperial College London, UCL, dan Kyoto University. Kenapa Wahdah memilih 3 kampus tersebut? “

“Saya telah melakukan riset di beberapa Universitas terkait course yang ditawarkan dan fokus riset di Univ tersebut. Akhirnya.. diantara semua Universitas, saya menemukan bahwa MRes Green Chemistry, Energy, and Environment di Imperial College London, MSc Material for Energy and Environment di UCL, dan Applied Chemistry for Biomass Conversion di Kyodai merupakan yang paling cocok dengan apa yang saya cari di program master. Pertama, learning outcomes dan courses yang ditawarkan seperti Sustainable Chemistry, Renewable Energy, and Advanced Catalysis di Imperial College London; Advanced Topic in Energy and Environmental Science di UCL; dan Biomass Conversion into Energy, Green Chemistry, Bioethanol Production di Kyodai sangat menunjang untuk mengembangkan basic knowledge yang udah dimiliki dan skills yang dibutuhkan untuk menjadi seorang peneliti. Kedua, learning dan teaching methods seperti lecture, seminar dari berbagai industri yang bekerja sama dengan Univ, journal club, dan indendependent research project tidak hanya memperluas ilmu secara teori dan praktik tetapi juga meningkatkan kemampuan saya dalam melakukan riset. Ketiga, topik riset di kelompok penelitian tersebut in line dengan riset yang sudah dan akan saya lakukan. Terakhir, saya tertarik untuk bergabung dengan kelompok riset Dr. Agniezka yang mengembangkan riset ultra-low cost bioethanol sejak lebih dari 10 tahun lalu. Sehingga dengan keilmuan tersebut saya bisa berkontribusi untuk membangun Indonesia khususnya di bidang riset energi terbarukan. ”

“Oh Wahdah sudah menghubungi calon supervisor di Imperial College London? “

“Saya belum menghubungi calon supervisor di ketiga Univ tersebut dan.. saya merencanakan untuk melakukan correspondence setelah dinyatakan lulus seleksi wawancara LPDP, pak. “

“Program magisternya nanti by course atau research? “

“Program di ketiga Univ tersebut merupakan master by taught. Di UCL dan Kyodai, perbandingan kredit antara lecture dan research 50:50. Meskipun master by taught, program MRes di ICL mempunyai kredit lebih banyak untuk melakukan independent research project selama kurang lebih 9 bulan.

“9 bulan kira-kira cukup engga Wahdah untuk menyelesaikan research? “

Dengan mantap saya menjawab. “InsyaAllah cukup, Pak. Berdasarkan kinerja saya di masa lalu, dengan fasilitas lab kampus saya yang terbatas, saya mampu mengerjakan 3 penelitian di waktu yang bersamaan selama kurang lebih 5 bulan terhitung dari September 2018 – Januari 2019. ” Pokoknya selalu awali dengan sesimpul senyuman dan lanjutkan dengan penuh percaya diri untuk meyakinkan interviewer Awkwk 😁

“Publikasi paper nya lumayan banyak juga yaa Wahdah. ” Beliau seperti sedang membaca CV saya.

“Alhamdulillaah, Pak. “

“Boleh diceritakan penelitian yang Wahdah lakukan selama S-1? “

“Pengalaman penelitian pertama yang saya lakukan bersama tim MIPA Science Project 2017 adalah Produksi Xylitol dari Biomassa Alang-Alang Menggunakan Candida tropicalis. Selama satu bulan penelitian yang dikerjakan di sela-sela kuliah, kami melakukan riset sampai tahap hidrolisis menggunakan asam sulfat, mmm.. Proses konversi menjadi Xylitol tidak sempat dilakukan karena waktu yang terbatas. Selama tugas akhir, saya mengerjakan 3 penelitian. 1 penelitian dosen saya yaitu analisis komponen kimia kayu sampel Purun Tikus. 1 penelitian tambahan untuk publikasi yaitu Hydrothermal Pretreatment of Metroxylon sagu Fronds Assisted by CaCl2 To Increase Reducing Sugar Production. Hasil yang diperoleh tidak sebagus hasil penelitian utama saya, The Effects of FeCl3 on Hydrothermal Pretreatment of Oil Palm Fronds To Enhance Reducing Sugar Production. Kedua penelitian tersebut fokus pada tahap pretreatment untuk melarutkan komponen lignin dan mendapatkan selulosa yang kemudian dikonversi menjadi gula pereduksi. Gula tersebut dapat difermentasi menjadi bioetanol. Saya tertarik untuk mengembangkan riset Ultra-low cost bioetanol from Lignocellulosic Biomass.

“Bioetanol itu yang dari buah kelapa sawitnya bukan?”

“.. Umm bukan, Pak. Kalau buah kelapa sawit yang diolah menjadi minyak goreng dapat digunakan sebagai sumber bahan baku biodiesel. Sedangkan bioetanol dapat diproduksi dengan memanfaatkan limbah biomassanya, Pak.. Seperti tandan kosong dan pelepah kelapa sawit. “

“Ooh, bedanya tandan kosong dan pelepah kelapa sawit apa? “

“Tandan kosong kelapa sawit atau biasa disebut TKKS mmm merupakan limbah biomassa hasil panen setelah bagian buah dipisahkan dengan tangkai penyatu buah. Kalau pelepah itu bagian yang ditempeli daun dan biasanya dipangkas pada waktu tertentu..” Saya agak sedikit kesusahan untuk menggunakan kata-kata yang tepat. Hehe

“Kenapa Wahdah tertarik untuk mengembangkan riset bioetanol? “

Pertanyaan tersebut mirip-mirip dengan pertanyaan apa urgency dari topik penelitian atau program master yang akan kita lakukan masih relevant untuk ke depan.

“Salah satu issue penting yang sedang dihadapi Indonesia di bidang energi dan lingkungan adalah krisis bahan bakar fossil dan meningkatkanya emisi karbon dioksida yang menyebabkan climate change dan global warming. Salah satu strategi yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan memanfaatkan energi terbarukan secara bertahap seperti menggunakan campuran bensin dan etanol yang dapat menurunkan emisi karbon/ lebih ramah lingkungan. Indonesia punya target untuk launching E20 dan E50 pada tahun 2025 dan 2050. Dan punya komitmen untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060. Sedangkan sampai sekarang tidak ada laporan untuk konsumsi bioetanol sebagai bahan bakar meskipun KESDM telah mengeluarkan kebijakan untuk menggunakan E5 (5% etanol) sebagai campuran bensin di tahun 2020. Kendalanya adalah harga ethanol yang masih mahal sebagai campuran BBM yang mungkin menyebabkan investor ogah buat investasi karna imbalance antara investment dan revenuenya. Untuk mengatasi hal tersebut, Pertamina – perusahaan energi nasional – melakukan inisiasi untuk launching A20 yaitu alkohol 20% yang terdiri dari 15% metanol dan 5% etanol. Sayangnya, kandungan metanol dalam bensin tersebut menyebabkan kebisingan dan konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi meskipun menurunkan emisi. Di sinilah saya sebagai seorang chemist memegang perananan yang kritis bagaimana caranya produksi low-price bioethanol khususnya dari limbah biomassa yang tidak bersaing dengan bahan bahan pangan. Tantangannya untuk aplikasi produksi bioetanol dari limbah biomassa adalah tingginya biaya pada proses pretreatment (40%) dari keseluruhan biaya produksi. Sehingga saya tertarik untuk mengembangkan riset ultra-low cost ionic liquid yang dapat menghasilkan proses preareatment yang menguntungkan secara ekonomi. ” Saya berhasil menjawab dengan sangat excited (saran yang diberikan dosen saya, miss Ami pas mock interview). Yeay !!

“Wahdah dari Banjarmasin, Banjarmasin itu Kalimantan Tengah yaa? “

“Banjarmasin.. Ibu kota Kalimantan Selatan, Pak. ”

“Apakah hasil penelitian Wahdah nanti bisa diaplikasikan di Kalimantan Selatan? “

Honestly, saya tidak ada menggali lebih dalam untuk aplikasi hasil riset saya di Kalimantan Selatan nanti. Jadi, kurang maksimal dalam menjawabnya xixixi

“Untuk bisa diaplikasikan dalam industrial scale up di industri kelapa sawit Kalimantan Selatan tidak bisa mengingat belum ada biorefinery terintegrasi, perlu tahapan yang cukup panjang setelah berhasil menemukan metode produksi bioetanol yang terjangkau dan ramah lingkungan dalam skala lab. Scale up bertahap dari 1 L, 3 L, 5 L, dan seterusnya. ”

Alangkah baiknya kalau kita menjawab dengan bahasa yang lebih sederhana karena kita sedang berbicara dengan seseorang di luar bidang kita.

“Kalau scale up perlu membuat start up dulu atau bagaimana? “

“Kalau scale up dari skala lab ke pilot plan bisa saja dilakukan di laboratorium seperti Baristand Banjarbaru untuk wilayah Kalimantan Selatan, Pak. Mmm membangun start up bio refinery seperti bioetanol dari limbah biomassa perlu dilakukan suatu saat nanti ketika tidak hanya berhasil dari aspek green chemistry tetapi juga tech economy nya, Pak. “

“Limbah biomassa yang paling potential di Kalimantan Selatan untuk dijadikan bahan baku bioenergi apa Wahdah? “

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Prov Kalimantan Selatan, kelapa sawit merupakan salah satu sektor komoditas perkebunan terbesar di KalSel yang menghasilkan limbah tandan kosong dan pelepah kelapa sawit masing-masing sekitar 5 juta ton/hektar. Sehingga limbah tersebut bisa menjadi bahan baku yang sangat potential, Pak. “

“Skill writing Wahdah sudah cukup bagus, tapo boleh engga saya kasih masukan? “

“Wah boleh banget, Pak. Dengan senang hati, silakan.. “

“Satu hal yang perlu ditingkatkan lagi yaitu skill speakingnya yaa terutama pronunciation. Karna Wahdah nanti kuliahnya di negara native speaker, biasanya lebih susah dibandingkan kita mendengarkan non-native speaker. Gitu yaa Wahdah.”

“Baik, terimakasih banyak yaa Pak untuk masukannya. “

“Iyaa, sama-sama. Dari saya sudah cukup. Selanjutnya silakan Ibu Maria. “

Percakapan kemudian dilanjutkan dengan seorang Psikolog.

“Wahda sudah berpenghasilan sejak kuliah ya, dan meskipun kerja aktivitasnya tetap bisa balance antara akademik dan non akademiknya.”

“Iyaa, alhamdulillaah Bu. ” Saya tersenyum sekilas mengingat apa yang sudah saya usahakan.

“Terus kekurangan Wahda kan perfeksionis, berdasarkan hal apa kamu menganggap dirimu perfeksionis? ” Pertanyaan yang cukup mengintimidasi, tetapi tetap stay cool bagaimanapun interviewer memberikan pertanyaan.

“Baik, terimakasih Ibu atas pertanyaannya. Ada beberapa parameter sehingga saya termasuk seseorang yang perfeksionis seperti memperhatikan sesuatu dengan detail atau memperhatikan hal-hal detail. Menulis dokumen berulang kali to make it perfect. Membuat to do list, rencana bulanan dan tahunan beserta resiko dari apa yang saya rencakan. Berlebihan mengkritik diri sendiri terutama ketika tidak mencapai target. Dan Saya menjadikan target itu sebagai parameter keberhasilan dan kemajuan. “

“Pernah gak Wahda, kamu gagal mencapai target? “

“Pernaah, Bu. “

“Dalam hal apa Wahda? “

“Pada tahun 2020, Saya gagal mencapai target skor TOEFL ITP 580.”

“Berdasarkan hal apa sih Wahda menetapkan target? “

“Saya menetapkan target berdasarkan kemajuan di tahun sebelumnya. Pada January 2018, starting point saya <400 (sekitar 390).. dan setelah satu bulan belajar intensive di Kampung Inggris.. Skor sy meningkat menjadi 460. Di tahun 2019, skor official test sy 490. Saya perkirakan 2020 bisa menaikkan skor jadi >550. Saya terus latihan dan latihan menggunakan timer dan answer sheet, tapi kesalahan saya waktu itu tidak melakukan weakness analysis terhadap masing-masing skills seperti yang saya sebelumnya, misalnya adjective clause skill. Lebih baik kalau waktu itu saya analysis dan kemudian fokus meningkatkan kemampuan skills tersebut. ”

“Apakah pernah sifat perfeksionis kamu berdampak negatif selama ini?”

“Pernah dan dampak negatifnya lebih ke sisi personal seperti perasaan tertekan jika belum memberikan yang terbaik. Contohnya seperti tertekan ketika menulis buku bioetanol sementara saya mengerjakan project utama yaitu penelitian mencari mencari metode terbaik untuk isolasi nanoselulosa. Saya stressful karena fokus sama hal detail dalam substansi tulisan. Menurut saya substansinya bisa lebih baik kalau beberapa paragraf diperbaiki lagi meskipun menurut supervisor saya itu sudah cukup. Untuk mengurangi perasaan tertekan tersebut, saya belajar untuk mengajari diri sendiri bagaimana caranya mengontrol emosi. “

“Loh gimaana Wahda cara kamu mengajari diri sendiri? “

“Pertama, saya mencoba melihat dengan sudut pandang berbeda dan kemudian melakukan self-talk. Meskipun kamu belum mencapai target atau not achieve something big or significant, for me, you are successful cause you didn’t give up. It’s okay Wahda. Tidak memperbaiki beberapa tulisan tersebut berulang kali bukan berarti kamu don’t try your best. You have tried your best along your busy schedule. Wahda punya kesempatan menulis buku ilmiah lebih awal dan artinya itu juga kesempatan untuk belajar sehingga lebih siap di kesempatan berikutnya. Kedua, melihat “big picture“. Saya bertanya pada diri sendiri does rewriting some paragraph really matter? Sedangkan tulisan itu sudah acceptable dan understandable. Sudah cukup ya, Da. Kamu bisa mengerjakan prioritas yang lain. Dua tips ini cukup membantu diri saya untuk menurunkan tekanan, Bu. “

“Apa sih pengalaman terberat/ titik terendah dalam hidup kamu yang menjadikan Wahda sekarang? “

Saya menghela nafas terlebih dahulu dan memberikan senyum kemudian memulai.

“Pengalaman terberat yaa.. Secara garis besar, ada dua perjalanan yang membentuk saya sekarang. Pengalaman hidup semasa kuliah mengajarkan saya tentang time management dan bagaimana mengatur prioritas diantara banyak kepentingan sesuai tujuan. Saya bekerja sebagai seorang freelancer untuk support ikut course dan pengembangan diri krn uang beasiswa pas-pasan untuk dialokasikan membayar sewa tempat tinggal dan membeli kebutuhan pangan selama sebulan. Untuk membeli buku dll, diperlukan income tambahan. Yaa meskipun begitu, saya belajar untuk bisa aktif berkontribusi baik bidang akademik maupun non akademik dengan berbagai achievement. Dan yang utama, perjalanan yang mengajarkan diri saya bahwa selalu ada jalan bagi orang yang bersungguh-sungguh. Atas izin Allah. Ketika saya mengambil keputusan sekolah jauh dari orangtua setelah lulus SD, saya pernah mengayuh sepeda selama satu jam untuk sampai ke sekolah SMA. Pernah suatu ketika.. Cuacanya panas sekali, saya kecapean dan ketiduran sesampai di rumah nenek, suami tante saya membentak dan memarahi. (Sedangkan ayah saya selalu mendidik dengan memberi contoh lewat sikapnya dan memberi tahu dengan ramah). Saya menangis sesenggukan di kamar dan menyalahkan keadaan. Seandainya saya x, y, atau z.. Saya tidak akan seperti ini. Tapi berandai-andai dan banyak bicara tidak akan mengubah dan menyelesaikan apapun. Apapun yang terjadi waktu itu sudah resiko dan tanggung jawab saya memutuskan sekolah di tempat yang menurut saya punya kualitas yang lebih baik. Saya berdamai dengan situasi dan melihat apa yang ada dalam diri. Saya punya mimpi, potensi, tujuan, dan kesungguhan dalam dada. Therefore, DO SOMETHING, Wahda. Ini yang membuat saya tidak hanya terus bergerak berdampak tetapi juga grow up meskipun dalam badai. ” Saya menyampaikan dengan lembut namun kuat. Tentu kembali dengan senyuman setelah kata badai. Dan kedua interviewer juga melemparkan senyum.

Pertanyaan “titik terendah/ terberat” sepertinya pertanyaan yang sering muncul di interview LPDP. 3 teman saya juga mendapatkan pertanyaan tersebut. Mungkin kita sedang berada dalam “difficult situation“. Misalnya breaking up with your partner, dalam proses healing setelah broken heart atau sedang dalam hurtful situation lainnya. Tapi usahakan jawaban yang diberikan adalah jawaban yang membuat seseorang berpikir untuk memutuskan investasi pada diri kita.

“Ibu, saya minta izin untuk minum sebentar boleh?”

“Boleeh bangeet, Wahda. Silakan. Daripada kamu nanti serak. ” Ibunya tertawa. Begitupun saya dan Pak Hussein.

“Kalau teman-teman kamu lanjut kuliah juga gak Wahda? “

“Semua teman saya yang kelurganya punya privilege secara finansial melanjutkan kuliah. Sedangkan, 2 teman saya yang bisa dikatakan kurang beruntung dalam hal itu tidak, Bu.”

“Kenapa Wahda mereka tidak kuliah? Apakah mereka gak tau kalau ada beasiswa? “

“Mmm setiap orang punya reason masing-masing.. Bisa jadi pertimbangan dari dalam dirinya, support keluarga, ataupun kondisi lainnya yang belum memungkinkan waktu itu. Pihak sekolah madrasah aliyah saya dulu aktif memberikan sosialisasi terkait beasiswa. Sebagai temannya, saya tentu belajar memahami kondisi dan menghargai keputusannya. “

“Wahda jurusan Kimia murni atau pendidikan?”

“Kimia murni, Bu.”

“Kok bisa sih tertarik masuk kimia murni?”

“Saya pernah jalan-jalan ke kebun orangtua di mana limbah biomassa seperti jerami, jagung, dll itu sangat melimpah. Yang terlintas dipikiran saya waktu itu adalah bagaimana caranya konversi limbah tersebut menjadi material yang punya nilai jual tinggi. Jadi, saya pikir kimia murni adalah background ilmu yang tepat. ” Saya menjawab sesuai apa yang saya tulis di essay personal statement.

Padahal Kimia adalah pilihan ketiga setelah Teknik Arsitektur dan Y. Tapi saya tidak mention itu dalam jawaban agar tidak jadi boomerang 😆. Pilihan ketiga tetaplah pilihan dan point nya adalah kenapa tertarik terhadap pilihan itu. Yang terpenting adalah reasonnya juga relevant sama apa yang direncanakan.

“Oh iya.. Sekarang Wahda lagi di mana? “

“Saya sedang berada di penginapan, Bu. Agar gak terulang hal yang gak diinginkan seperti tahap 2 kemarin 😅. ”

“Memang ada kejadian apa Wahda kemarin? “

“Mati listrik pas saya baru menjawab satu soal dan akhirnya koneksi internet tidak stabil. Beruntung saya bisa numpang di kantor meskipun panas-panasan di jalan menuju kantor. “

“Alhamdulillaah ya Wahda meskipun banyak tantangannya akhirnya lulus juga sampai tahap ini. “

“Iyaa.. Alhamdulillaah, Bu.”

“Semoga kamu lulus juga sampai tahap akhir ya Wahda. Saya udah cukup, pak Hussein ada lagi? “

“Tapi menginapnya masih di kota yang sama dengan rumah kan? “

“Iya, masiih Pak. “

“Berapa lama Wahdah dari rumah? “

“Sekitar 30-40 menit, Pak. Karena saya juga berkendara agak slow. “

“Lumayan jauh juga yaa. Saya juga sudah cukup. Semoga berhasil ya Wahdah. “

“Aamiin. Terimakasih banyak Bapak Ibu. “

“Silakan leave yaa Wahdah. “

Ucapan Terimakasih

From the bottom of my heart, I thank to my parents and brother, supervisor (Sunardi & Rodiansono Sensei), Kak Zi, Rey (RN), miss Ami (Bu Utami), kak Niswi, kak Dina, mas Herry, miss Anik, Kak Adit, Kak Yasmine, Mas Helmi, Mas Yulio, Mba Rifa, Mba Afifah, dan Salsa who supported/ has supported me. Di tengah kesibukan, makasih udah luangin waktunya buat nemenin belajar IELTS, proofreading dan kasih feedbacks to my scholarship documents (personal history/ CV/ personal statement/ contribution essay), nemenin mock interview dan kasih feedbacks padahal sibuk kuliah, ngasih feedbacks di zoom dan voice note, dan atau ngajakin latihan mock interview bareng di gmeet dan VC sampai larut malam biar makin lancar dan siap (and as the nectar of our patience, pray, and preparation, Allah give it for us 👊). Terimakasih atas waktu yang diluangkan dan ketulusan yang telah diberikan. I owe you.

And last but not least, for all of my support systems, thank you for your existence in the ups and downs of my journey. Thank you for being my friends for who I am and caring for my well-being. Thank you for loving me while I repair myself and level up my personality. Your existence is enough and means a lot. I hope you get through your battles as well.

Some people matter. What I have is an immeasurable and valuable lesson from all of that. Alhamdulillaah ‘ala kulli haal.

Thank you. 🙂 Best wishes especially for your dream, love, and life. Semangat !

Apa Saja Yang Diisi Dalam Form Aplikasi Beasiswa LPDP?

Kamu berniat atau punya rencana untuk mendaftar beasiswa LPDP? Jika iya, Yuk ketahui terlebih dahulu apa saja data yang diisi dalam form aplikasi beasiswa LPDP agar dapat mempersiapkan yang bisa dipersiapkan. Selain data pribadi, data keluarga, dan pertanyaan penilaian diri, ini data yang perlu kita isi.

Pastikan data yang kita input mempunyai bukti baik berupa sertifikat, surat pernyataan, atau lainnya. Kalau kita tidak mempunyai bukti, saya lebih memilih untuk tidak memasukkan pengalaman tersebut.

*semua gambar di bawah merupakan dokumentasi pribadi

Riwayat Pendidikan

Riwayat Pekerjaan

Pengalaman Organisasi

Prestasi

Kemampuan Bahasa

Pengalaman Pelatihan/ Workshop

Pengalaman Riset

Karya Ilmiah

Konferensi dan Seminar

Penghargaan

Dokumen

Dokumen yang diupload sesuai dengan persyaratan jalur beasiaswa yang diikuti. Make sure buku panduannya dibaca dengan teliti yaa karena dokumen yang diupload pada jalur regular berbeda dengan jalur lainnya.

Thank you for reading. I hope you reach your dream as well, semangat!

Tips dan Contoh Jawaban Pertanyaan Penilaian Diri di Form Aplikasi Beasiswa LPDP

Beasiswa LPDP merupakan beasiswa fully funded dari Pemerintah Indonesia untuk melanjutkan program master (S2) atau doctoral (S3) degree baik di dalam maupun luar negeri (LN). Tahapan seleksi bisa saja berubah dari tahun ke tahun, bisa pantau website resminya ya di https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/ . Seleksi pertama dalam proses aplikasi beasiswa LPDP adalah seleksi administrasi.

*Disclaimer:

1. Tips yang ada di sini adalah poin yang saya tangkap dari obrolan dengan awardee berbagai scholarship ataupun kelas-kelas yang pernah saya ikuti.

2. Contoh essay adalah essay pribadi yang saya submit untuk mendaftar beasiswa LPDP LN tahun 2021. Tidak ada aturan baku apakah jawaban tersebut ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Senyamannya. Namun, alangkah baiknya kalau essay ditulis dalam bahasa Inggris jika tujuan kampus LN.

Dalam proses seleksi administrasi tahun 2021 (mungkin tidak akan jauh berbeda dengan tahun berikutnya), pendaftar mengisi data riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, pengalaman organisasi, prestasi, kemampuan bahasa, pengalaman pelatihan/ workshop, pengalaman riset, karya ilmiah, konferensi dan seminar, penghargaan, upload dokumen, essay personal statement, dan essay kontribusi. Haha banyak ya. Selain itu, pendaftar juga mengisi beberapa pertanyaan terkait penilaian diri. Di artikel ini, kita fokus membahas hal tersebut.

Edited: Berdasarkan pengalaman saya yang sudah membaca puluhan essay dan menjadi mentor LPDP, banyak yang menjawab pertanyaan penilaian diri seadanya. Padahal ini kesempatan untuk menyampaikan value yang kita miliki. To the point, kasih contoh, process, dan hasilnya.

ISIAN

1. Kekuatan/ Kelebihan (Strong Point) Yang Dimiliki

Di kolom jawaban pertanyaan ini, kita dapat menyebutkan beberapa kekuatan/ kelebihan yang dimiliki baik dalam hal kepimimpinan, kontribusi, dan berbagi. Diantara semua kelebihan yang dimiliki, kita bisa tulis point yang relate dengan visi misi LPDP, value yang mereka cari dari tiap kandidat, ataupun rencana ke depan.

Saya mengisi jawaban pertanyaan tersebut dengan membuat list point. Awalnya, saya mencoba untuk membuat jawaban menjadi paragraf beserta dengan contoh nyata hingga 150 kata. Tetapi tidak bisa disubmit karena terlalu panjang.

2. Kelemahan/ Kekurangan (Weak Point) Yang Dimiliki

ESSAY SINGKAT

Sebagai jawaban, kita bisa menyebutkan kelemahan/ kekurangan yang mendorong kita untuk terus maju dan menjadi pribadi yang lebih baik. Kita juga meski tau bagaimana mengatasi setiap kelemahan yang kita sebutkan. Alangkah baiknya jawaban tersebut bukanlah sisi kelemahan/ kekurangan yang akan menjadi boomerang. Point ini bisa menjadi bahan pertanyaan lanjutan interviewer saat interview (seperti saya kemarin).

1. Pengalaman Membanggakan

Pertanyaan ini membantu interviewer untuk melihat definisi sukses dari para pendaftar beasiswa dan seberapa ambisius dalam mencapai goals. Selain itu, mereka juga ingin mengetahui skills yang kita punya untuk mencapainya. Sehingga, mereka dapat mengetahui apakah definisi sukses itu sesuai dengan value LPDP.

Cara menjawab pertanyaan ini adalah dengan brainstorming refleksi perjalanan hidup entah pencapaian karir, prestasi, atau kehidupan berbagi dengan orang lain. Selama refleksi, tulis pengalaman membanggakan apa saja yang muncul dalam pikiran kita. Ini membantu kita untuk memilih pengalaman membanggakan yang sesuai dengan value LPDP.

Metode STAR memudahkan kita dalam menulis jawaban. Situation (contoh kontribusi spesifik), Task (peran dalam kegiatan), Action (langkah-langkah yang dilakukan), Result (impact/ hasil/ dampak dari apa yang kita lakukan).

Contoh:

The proudest part of my life as a human being is when my existence can give a positive impact on society no matter how small the contribution is. The recent event for this was my volunteering experience during the aftermath of the flash flood that hit several sub-districts in Hulu Sungai Tengah in January 2021. At that time, I thought that I should do something that I can. I invited my father and brother to help me as a team in the field. I coordinated with friends from the “Himpunan Duta dan Pendidik Kalsel” community (now changed to Bintang Banua Bersinar) located in Banjarbaru to raise donations. Before doing fundraising, one of my tasks was to find data on the number of victims and the number of houses that were completely depleted. This information can be found on https://nurwahdah.com/2021/01/22/banjir-bandang-terjang-hst-kalsel-148-buah-rumahhancur-tak-bersisa-dan-telan-korban-jiwa/ . Problems arose among the committee such as different opinions on how to collect the funds right on target. To have a common ground, I provided data about what people in the field needed. At the agreed time, the money was donated to help build a prayer room. Another experience happened during my dedication in being the coordinator of the sastra division in Science Goes To Opera. In my prior experience as a member, I learned to find a strategy and apply it to achieve targets and improvement. As the result of our team's consistency in exercising to write a novel and short story with a mentor, we were successful in publishing a novel titled “Nuxvar” before the end of my dedication. This novel tells stories about Nuxvar organizations fighting for their hope, love, and dreams. Besides, one of my members successfully represented South Kalimantan at PEKSIMINAS national level in a short story writing contest in Kendari as long as I coordinated a regular writing exercise program, both of which had never happened before in our period. I can feel that my team and I shared positive energy such as optimism that keeps us moving towards our goals and dreams. To conclude, making positive impacts and delivering my best to inspire and give "makna" is the proudest part of my life.

2. Pengalaman Kurang Membanggakan

Tidak jauh berbeda dengan pertanyaan pengalaman membanggakan. Di akhir paragraf, kita bisa menambahkan life lessons/ insights dari dedikasi dan pengalaman tersebut.

Contoh:

An experience can be considered less proud when I do not reach the target but have done and tried my best. One of the less gratifying moments happened when I failed to be a speaker in The 7th Symposium of the JAPAN-ASEAN Science Technology Innovation Platform (JASTIP). I submitted my paper to JASTIP and my paper was selected as top 50 to be presented in that symposium. About one week before this date, my supervisor told me that I will attend a drafting patent workshop and he will fly to the JASTIP symposium. I felt satisfied, but sad at the same time because JASTIP Symposium was one of my closest opportunities to meet and discuss with my prospective supervisor to pursue my degree in the Graduate School of Energy Science, Kyoto University. In 2019, one of my goals was to be a speaker in international conferences to level up my ability from being a speaker in national conferences in 2018. Unfortunately, it was not my time. Another moment that had the same feeling was when I received a message about the final decision from Professor Azlan Kamari, my prospective supervisor from UPSI ( Sultan Idris Education University Malaysia). After my thesis defense and before the graduation ceremony, I met him and we talked about his research grant after meeting in a guest lecture and giving feedback to my paper in a scientific writing workshop. In the end, he decided to accept me as one of his candidate students to carry out his research and finalize my master's degree by research in UPSI. The research grant accepted by him was for Malaysian students only and afterward, he applied to the Malaysian Ministry of Education to allow me to award it as a research student. An offer was accepted on the condition that I was a UPSI student in early September 2019. It turned out that it was not my fortune since I had not received a bachelor's certificate. Although Allah has not allowed me to achieve what I have been trying to do my best, I believe that one day Allah will give something sweet beyond expectation in exchange for my dedication and I hope being an awardee of LPDP is one of the fruits.

3. Hal Terakhir Yang Diajarkan Pada Diri Sendiri

Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah kita seseorang yang terus berprogres dan tumbuh menjadi lebih baik dari diri kita sebelumnya. Bisa juga, apakah kita peka terhadap lingkungan sekitar. Kita bisa menuliskan pengalaman hidup yang membuat kita berkembang, dapat mempelajari sesuatu, atau berbuat sesuatu untuk menyelesaikan masalah di lingkungan kita.

Contoh:

The last thing that I learned during a global pandemic is checking and rechecking what we find is one of the attitudes that possibly can break the chain of death. Since there are lots of hoaxes and conspiracies that spread in social media including click-bait information platforms and family WhatsApp groups, checking, rechecking, and thus showing the facts is a must. This can be done by checking the facts based on science. This pandemic reminds me of one quote "every disaster movie starts with the government ignoring science." Based on that, my friend and I have planned to make a science platform (WISE) that bridges science communicators and societies by conveying science into a meaningful story that represents a piece of accurate information. The information published based on the facts and data with credible science communicators, and available references make it easier for people to check and recheck accurate information. Therefore, people will be wiser to make decisions about their health, well-being, and accurate prevalence. To sum up, we should check, recheck, and reinstate the paramount importance of facts that could be a matter of life or death.

4. Kesalahan Yang Pernah Dilakukan Selama Belajar/ Bekerja

Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah kita seseorang yang mau belajar dari kesalahan dan memperbaiki kesalahan tersebut. Percaya dirilah untuk menceritakan kesalahan atau kegagalan kita dalam jawaban ini. Sebagai bukti kemajuan, kita dapat menuliskan hasil belajar dari kesalahan tersebut.

Contoh:

For someone who comes from a village that is located far from the middle town, understanding written English was one of my biggest shortcomings. It affected me much when I was a student in my first semester. I used google translate to know the paper translation. I still remember the mistake that probably looked like small things for others but big things for me. [Insert an example in one sentence]. At that time, my brain asked myself "What will happen if I am a doctor and make a mistake in understanding the paper? Whatever my major is, there is one key to obtaining an accurate interpretation. Always the same, language is a bridge". From this, I spent my money collected from being a freelancer to learn English once a week in Banjarbaru. Until the fourth semester, I still could not understand how to translate and write well. Even though I had not yet been able to understand English well for both writing and speaking, I challenged myself to participate in the International Conference on Materials, Membranes, and Water Managements to know how far my ability was. I caught some parts of the materials and I was not able to ask a question that I wanted to know. Instead of giving up, I decided to go to Kampung Inggris to improve my skills. As a result of my enhancement, the paper that I wrote was published in an international journal and indexed by Scopus.

5. Tugas Di Luar Ruang Lingkup Yang Seharusnya

Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah kita seseorang yang suka melakukan hal-hal melebihi tujuan. Seperti, kita sudah menyelesaikan to do list hari ini lebih awal, dan kita mengerjakan to do list besok hari lebih awal karna ada waktu luang. Bisa juga memberikan contoh dalam pekerjaan kantor, dst.

Contoh:

Enjoying learning new things and seeking out new learning opportunities is one of my principal life. But to do tasks, not in my job description is one thing that I have to consider as well whether this job will impact my future career or not. I had worked as a research assistant in the Ecobiomaterial Research Group led by my thesis supervisor from 2019 to 2020. In my job description, my responsibility was to conduct research by finding the best method to produce nanocellulose from Purun Tikus. Approximately one month later, he offered me to write a book about bioethanol, draft and submit patents and correct students’ scripts. Besides, I also designed book covers and shirt designs for our research group identity. I agreed to do these tasks that can level up the important skills to be a researcher, especially analytical and critical thinking. I believe that the higher our analytical skills would be, the better we can produce research results.

6. Pembeda Dari Peserta Lainnya

Kita harus memilih salah satu potensi paling kuat dalam diri kita. Tentu, kita menjelaskan keunggulan tersebut dengan menyertakan contoh pengalaman tersebut sebagai pendukung potensi diri.

Contoh:

Everyone can be a leader, but not everyone is willing to take a risk being a leader for something that she or he has no experience of before and that is what differentiates me from others. I am a leader and a risk-taker at the same time. My leadership skills stand out when creating a small business that I had no experience in before. That business was selling practical boxes which can help students easily to organize and prepare practical equipment. Before doing this business, I analyzed target markets and arranged business plans. To make it possible and sustainable, I discussed with my friends either to invest or join in running business plans. There were three people in my team and we shared responsibilities starting from my older brother in senior high school as a material supplier, the second as product developer and marketing, and the last as a driver to pick up products. During running the business, there were no significant obstacles, even our revenue increased every year from 2015 to 2019. Another example of my leadership experiences is when I worked as Chief Executive for TOEFL ITP Preparation that was held massively by Himamia "Redoks" for the first time in FMIPA ULM Banjarbaru (August 1- 31, 2018). This event collaborated with Benraya English Course, one of the informal education institutions in Kampung Inggris, Kediri, East Java. The owner of that institution was my class and private tutor when I studied English intensively in Kampung Inggris for one month in January 2018. I initiated to offer my tutor teaching TOEFL skills since there was no program to improve students' TOEFL scores while our faculty has a higher standard (450) than other faculties. I discussed with my organizations' committee before deciding the next steps. Different perspectives and misunderstandings between the members over the goals. To solve this problem, I introduced a system where all of the members had to present their perspectives. In addition, the other members could also give their comments, critics, and thus harmonize ideas to give a win-win solution. This method was proven to be more effective. After decision making, all of them gave me trust to lead the team including the secretary, treasurer, event division, equipment & logistic division, and public relations division. The most challenging thing to start this program was dealing with negotiations with the head of the chemistry program, the dean of FMIPA ULM, and UPT Laboratorium Bahasa of Lambung Mangkurat University. To get permission and facilities from them, we conveyed a strong background and purpose of this program. In the end, this program was approved and fully supported, especially by the dean of FMIPA ULM. As result, our program was completed successfully and well. Ratna Mei, the owner of the Benraya English Course, contacted me after a year of collaboration to do more projects and hire me as a tutor means that our prior projects not only gave mutual benefit for both of us but also was a satisfying event. To sum up, my two prior experiences in leading small businesses and projects that were carried out in a relatively long period have revealed me as a good leader and a risk-taker. This skill will help me in my future or dream career as a researcher such as leading a research team.

Thank you for reading. Feel free to let me know yaa kalau ada miss dalam poin-poin yang disampaikan.

Have a good day, people 😊

Liebster Award: It’s Time To Go Back To The Drawing Board

Pandemi yang tak kunjung usai, bencana banjir/ bandang yang menerjang, dan atau kejadian-kejadian yang tak diharapkan dan tak mengenakkan kadang membuat kita merasa sulit menerima keadaan, sesak. Tapi, Tuhan Maha Tau, sungguh kebaikan setelahnya selalu jauh lebih baik dari kebaikan yang dibayangkan.

That’s life. Sedih senang, dan banyak hal sepaket lainnya. Sekarang, semoga sabar dan syukur yang memenuhi hati. Yok sambil diingat-ingat lagi track hidup, dan tetap jalan memperjuangkan apa-apa yang patut diperjuangkan.

In the certain time, it’s okay to not be okay. We will be okay, eventually. Ayook mulai perlahan belajar berdamai dengan diri sendiri dan memaafkannya. Mengevaluasi, merapikan, menyusun strategi kembali, dan merealisasikan satu persatu. Iya, satu persatu dan tidak apa pelan-pelan aja tapi konsisten bertumbuh yaa.

Sudah lama sekali tidak menulis dan menghasilkan sebuah tulisan yang utuh. Banyak tulisan yang tidak selesai dalam deretan drafs, termasuk tulisan ini.

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya Mei 2020, aku mendapatkan notifikasi email https://diiinanoviana.wordpress.com/2020/05/29/blog-award-katanya/ dan ternyata Kak Dina Noviana menominasikan blog ini. Hehe senang dong.. Apapun alasan Kak Dina memberikan nominasinya, aku sangat mengapresiasi dan berterimakasih banyak. Terimakasih banyak yaa Kak Dina :)))

Hampir setahun mengendap, waktu yang bisa dibilang cukup lama bukan ? hahaha Akhirnya aku bisa merampungkannya hari ini dan semoga menjadi salah satu awal yang baik untuk memulai hari-hariku kembali.

Apa itu Liebster Award?

Liebster Award merupakan salah satu bentuk penghargaan yang diberikan oleh satu blogger ke blogger lainnya. Kata Liebster sendiri berasal dari bahasa Jerman yang artinya tersayang. Liebster award dimulai oleh seorang blogger yang berasal dari Jerman, diberikan kepada 11 teman bloggernya, hingga akhirnya sampai ke blogger Indonesia.

PERATURAN LIEBSTER AWARD

  1. Ucapkan terima kasih pada bloger yang menominasikan Anda.
  2. Bagikanlah 11 fakta tentang dirimu & pajang 3 link ke artikel blogmu.
  3. Jawablah 11 pertanyaan yang diajukan (para) narablog kepadamu.
  4. Nominasikan 11 narablog dan bikin mereka senang!
  5. Buatlah 11 pertanyaan untuk dijawab oleh para nominator.
  6. Beritahukan 11 nominatormu.

11 FAKTA TENTANG WAHDA

Berhubung memberikan fakta diri adalah salah satu peraturan dari Liebster Award, aku juga menghargainya dengan menuliskan 11 fakta diri:

  1. Anak Rantau Sejak Masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Setelah lulus SD, orangtua memberikan beberapa pilihan untuk melanjutkan pendidikan. Pondok Pesantren, SMP Negeri dan MTs Swasta yang dekat dengan rumah orangtua, atau MTs Negeri dekat rumah nenek. Dengan berbagai pertimbangan dan konsekuensi, aku memilih pilihan terkahir.

Aku ragu-ragu untuk masuk Pondok Pesantren, bukan karena khawatir akan berkurangnya intensitas kebersamaan seperti di rumah, tapi karena merasa tak mampu menghafalkan isi kitab-kitab yang saaangat tebal sekali. Ah iyaa, waktu itu aku belum bijak menilai sesuatu, memaknai begitu sempit. Padahal, tiap setoran hafalan surah dan bacaan ke Abah juga satu-satu. Muroja’ah dan mutala’ah sesering mungkin, membacanya -yang ditempel di dinding- setelah Fatihah dan seusai sholat, dan belajar menulis kalimah sesuai makhrijul hurf agar lekat dan mudah mengingatnya.

"Kadang pesimis hadir ketika kita melihat sesuatu yang besar. Padahal, kita bisa membuka celah, memecahnya menjadi bagian-bagian kecil, dan mewujudkannya satu persatu. Atas izin Allah" 
-Wahda Hobakci

Beruntung Abah adalah orang cukup bijak, tidak memaksakan agar masuk pondok tetapi mengarahkan dan memberikan keputusan kepadaku untuk menentukan pilihan.

2. Waktu SMP, Sering Menolak Uang Bulanan

Di tempat nenek, aku belajar banyak perihal jual beli. Setiap pulang sekolah dan ekskul, rutinitas harian sampai malam adalah pergi ke toko. Paling senang kalau diamanahi belajar jadi kasir, dulu masih pakai kalkulator kalau ngitung belanjaan pelanggan dari jutaan hingga belasan juta. Nenek kasih uang jajan dan kalau mau makan snack atau banyak kebutuhan lainnya tinggal mengambil ke toko tanpa harus membayar (tapi Abah selalu mengajarkan untuk membayar). Uang jajan yang dikasih juga sering berlebih dan bisa kutabung. Oleh karena itu, aku sering menolak uang bulanan dari Abah karena merasa cukup. Tapi tanteku bilang, kalau uang bulanan dari orangtua lebih baik diterima dan ditabung saja.

3. Menggunakan Tabungan Sendiri untuk Membeli Hp dan Barang Lainnya

Tabungan yang terkumpul dari uang nenek dan bulanan cukup untuk membeli handphone, kebutuhan sandang, dan kebutuhan kecil lainnya tanpa meminta kepada orang tua. Dari handphone pertama sampai sekarang, aku selalu membelinya menggunakan uang yang kutabung. Masih melekat dengan kuat, Mito adalah Hp qwerty pertama yang dimiliki waktu kelas VIII SMP dimana waktu itu booming-boomingnya Hp dengan speaker yang cukup keras wkwkwkwk

Dari situ, aku mulai terbiasa menabung. Sekarang, sayang menggunakan uang tabungan untuk membeli yang bukan benar-benar aku butuhkan.

4. Dulu, Berambisi Multitalenta

Waktu SMP, hampir semua ekskul dari Senin-Sabtu kecuali bidang olahraga diikuti. Senang sekali mengikuti kelas-kelas keterampilan seperti menjahit, kaligrafi, dan tilawatil qur’an; kelas public speaking seperti muhadharoh, kelas Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Sampai sekarang, kelas-kelas yang kuikuti tidak habis lol, hitung-hitung investasi skills.

5. Ngontrak Waktu Sekolah SMA

Pengalaman tinggal di kontrakan semasa SMA cukup membekaliku untuk menjadi seorang perempuan yang independent dan membuatku santai-antai saja menjalani hari-hari pertama kos semasa kuliah. Pengetahuan bagaimana mengelola keuangan, perihal urusan dapur, dan management waktu juga sedikit aku kantongi sejak SMP.

6. Kimia Bukan Pilihan Pertama, Tapi Ketiga

Hahaha, waktu kecil sering banget dengar cerita Alm. Bp. Habibie dan akhirnya juga bercita-cita jadi seorang Insinyur (Engineer). Aku mau jadi Architect lalu kepleset ke Chemist. LOL.

7. Tidak Kerja Praktek, Malah Ke Kampung Inggris

Waktu semester 5, beberapa plan sudah aku siapkan dengan detail yaitu kerja praktek di tempat riset seperti Pusat Penelitian Kimia LIPI Tangerang atau Pusat Teknologi Material BPPT (Teknologi Impan Tulang) Tangerang, kerja praktek di daerah, atau belajar ke Kampung Inggris.

Sudah menghubungi pihak LIPI Tangerang dan ada peraturan baru untuk tahun itu yaitu kerja praktek harus diiringi Penetian Tugas Akhir setelahnya. Waduh budgetku belum cukup dan income dari bisnis kecil-kecilan juga tidak bisa mengcover sepenuhnya untuk sampai TA di sana haha. Di BPPT, masa kerja praktek diterimanya bulan Maret, masa-masa UTS menjadi salah satu pertimbangan. Selain itu aku juga diterima di Pusat Sumber Daya Mineral Batu Bara dan Panas Bumi Bandung, sayangnya Januari tidak terlalu banyak sampel katanya. Kalau aku ambil, sepertinya akan buang-buang uang lol. Diterima di PLTU site Asam-Asam, tapi akhirnya di lempar ke teman yang belum mendapatkan tempat kerja praktek karena apa yang dilakukan di sana tidak sesuai dengan goal. Idealis. wkwk

Dengan segala pertimbangan, akhirnya memilih pergi ke Kampung Inggris, Pare, Kediri. Cukup pusing belajar B.Inggris dari subuh sampai malam (iya cuman istirahat MCK ISHOMA karena ngambil program kelas + private). Babak belur tapi juga tidak kalah menyenangkan. Kata orang #parejahat (ditinggal pas nyaman-nyamannya, tapi memang nyaman itu jebakan), is not it? haha

8. Anak Perempuan Satu-Satunya dan Manja

Kedua kakakku laki-laki, begitu juga kedua adikku. Jadi, aku anak perempuan yang diapit dua samudera dan dua benua, eh maksudku diapit dua kakak laki-laki dan dua adik laki-laki. Manja? hehehe iya sama Abah tentunya. Mungkin karena efek setelah lulus SD tidak di rumah lagi dan pulangnya sebentar-sebentar doang. Cerita banyak hal oke, diskusi hal tabu sekalipun juga oke, sex education misalnya.

9. Sejak Lulus Kuliah, Sudah Mulai Menabung Untuk Haji Orang Tua

Sehat-sehat yaa Abah Mama dan hidupnya penuh berkah berlimpah kasihNya. Semoga anakmu ini, selalu dilancarkan dan dicukupkan rezekinya. Aamiin 🙂

10. Bisa Masak Meskipun Tidak Pandai

Kebanyakan teman-teman kelas apalagi cowok ngejudge tidak bisa memasak karena katanya tidak pernah lihat upload hasil masakan. Pernah juga waktu di Kampung Inggris, karena sering diare, teman kelas bilang ketahuan tidak bisa memasak dan memberi tau sayur fresh ketika memillih makan siang. Padahal memang tidak tahan pedas dan harus selektif makannya. Aku hanya melemparkan senyum dan mengiyakan yang dikatakan ketika mereka mengambil kesimpulan tanpa pernah mengetahui rutinitas keseharian, apalagi mencicipi masakanku.

Setiap awal bulan, satu hal yang dipastikan adalah bahan untuk konsumsi cukup untuk satu bulan. Sebagai anak kos, aku lebih senang membeli sayur dan lauk mentah dan dimasak sesuai selera. Kalaupun kadang membeli lauk di luar, belinya di tempat langganan- Bule Nggih dekat jembatan Intansari.

Wah jadi kangen teman-teman yang sering masak ke kosku dan makan bareng. Kareh daging, sop ceker, sop tulang sapi, sop ayam, sop jamur kimlo, dan masakan lainnya. Open kos sama Buni, Aau, Atun, Nao, dkk saat tidak pulang lebaran Ied Adha. Yaa masakannya emang yang banyak pakai bumbu lokal sama seperti di rumah, sampai rendang. Ada hal konyol saat masak-masak untuk buka bersama, pernah percobaan bikin bolu kukus wadah plastik dan meleleh. wkwkkwwkwkk Kalau sama anak Mangga Satu, suka coba masak yang aneh-aneh berbahan dasar sayuran hahaha

11. Has Never Had A Relationship, But Romantically Involved

Dulu, sebagai anak remaja yang kegiatannya belajar berdagang atau berwirausaha sepulang sekolah dan ekstra kurikuler, aku merasa tidak mempunyai waktu untuk melakukn aktivitas pacaran. Boro-boro, sisa waktu habis digunakan untuk menulis al-qur’an, mengerjakan tugas, dan istirahat. Pelanggan toko kadang nyengir “kok bisa selalu 3 besar padahal sepadat ini?”

Anything is possible if you lie"
-Anon

Selain itu aku juga belum menemukan apa manfaatnya, lebih banyak mudharat di dalamnya. Dan satu prinsip yang kupegang sampai sekarang:

"Menjalin hubungan ketika sudah siap untuk menikah. Jika belum, lebih baik berteman dan saling mematangkan tujuan"
-Wahda Hobakci

Di ajak pacaran- sering (kira-kira kurang lebih 10x), diajak serius komitmen oleh teman SMA ke arah yang pasti- pernah (tapi lagi-lagi merasa belum siap karena waktu itu masih kuliah), dan didatangi keluarga pihak laki-laki langsung ke rumah untuk ta’aruf- juga pernah. Bukanlah hal yang mengenakkan diajak ta’aruf ketika sedang mencintai orang lain. Apalagi ketika orang yang dicintai pada akhirnya memilih bersama orang lain. Layaknya luka menganga yang ditabur garam, perih.

"Cinta bisa membuat pemiliknya bahagia. Begitu juga sebaliknya, bisa nestapa yang dirasa. Mungkin saat ini luka, tapi tak apa. Bahagia juga banyak sumbernya. Hati yang lapang dan dada yang dipenuhi syukur salah satunya" 
Wahda Hobakci

Buat kamu kurang lebih tiga tahun terakhir kemarin, who spent much time and shared knowledge especially IELTS and investasi, thank you. I hope that our Almighty guides and blesses us all the ways. Meskipun sudah bersama orang lain.. bahagia selalu. Aamiin.

(*jadi curcol di point 11 hhe :’)


3 ARTIKEL PILIHAN

https://wisescience.id/2020/08/27/kontribusi-limbah-pakaian-terhadap-mikroplastik-di-laut/

https://nurwahdah.com/2021/01/22/banjir-bandang-terjang-hst-kalsel-148-buah-rumah-hancur-tak-bersisa-dan-telan-korban-jiwa/

https://satuduniabiru.wordpress.com/2019/10/15/the-trials-of-apollo-when-apollo-is-no-longer-the-center-of-the-world/


11 PERTANYAAN DARI KAK DINA

  1. Sejak kapan menulis di blog dan kenapa?

Menulis di blog sudah sejak kelas XI SMA dengan domain yang berbeda http://wahdahobakci.blogspot.com karena suka mencoba hal-hal baru. Isenglah, aku membuat blog dan menyimpan sebagian catatan perjalanan di dalam draft blogspot.

2. Pilih Mie Sedap atau Indomie

Zaman SMP, pernah tidak nafsu makan mie dan snack karena eneg melihat mie dan snack yang disusun menggunung. Ini efek apa ya namanya?

Meskipun anak rantau, aku sangat jarang makan mie. Kalau disuruh memilih, aku suka indomie soto banjar limau kuit. Sedikit ada rasa makan soto banjar limau kuit, salah satu kulinernya orang Banjarmasin.

3. Siapa Orang yang Paling Ingin Kamu Temui dan Apa yang Ingin Kamu Sampaikan?

Dear my own self. No matter how bad your feeling was and how difficult your day was. Thank you for keeping your chin up, Da.

4. Pernah Ngompol Di Sekolah Gak? Ceritain dong!

Aku ingat-ingat kalau di sekolah tidak pernah. Waktu kecil, ada satu hal yang membuatku penasaran terhadap fakta ilmiah. Kenapa kalau setiap bermimpi pipis di wc, bangunnya malah pipis di ranjang? wkwkwk

5. Negara Apa yang Paling Ingin Kamu Kunjungi? Kenapa?

Kalau berdasarkan kelompok negara dengan sejarah perjuangan islam yang panjang, tentunya Mecca Al- Mukarromah. Tapi berbeda jika tujuannya untuk belajar advance science dan technology, Japan.

6. Siapa yang Paling Sering Kamu Stalking Di Instagram? Kenapa?

Mba Dee (Dee Lestari) karena suka banget sama gaya tulisannya. Yaa pernah juga sih ngestalk dia yang sekarang udah jauh hahahaha :’)

7. Apa Penyesalan Terbesarmu?

Penyesalan terbesar? pikiran pernah bergelut dengan perasaan dan kedua itu saling bertabrakan perlahan menghancurkan dinding-dinding yang sejak lama dibangun. Lebih dari dua tahun, aku bersikeras perasaan itu hanyalah kekaguman yang picik. Semakin aku menolak, hukum alam tetaplah hukum alam.

Langit yang tidak lagi biru dan kesulitan menempatkan diri sebagai teman bukan sebagai orang yang menyukainya menjadi sebuah alasan satu hal harus berakhir dan berubah. Mungkin ini memang bukan untuk sementara selamanya.

Tapi itu tidak ada apa-apanya dibanding berulangkali terpuruk dan jauh dari Pencipta. Aku setuju dengan temanku, meskipun sakit dan luka bisa diobati atau sembuh dengan sendiri, hati harus tetap dirawat. Perlahan mengobati luka sambil terus merperbaiki. Sebab, di sana ada banyak hal-hal pasti yang harus dikerja sementara untuk dipetik selamanya.

I know that moving to a new point of view is not easy nor hard too. But it’s okay, as a massive lesson to our next journey.

8. Jika Kamu Bisa Menghentikan Waktu, Kamu Ingin Berhenti Di mana? Kenapa?

Berdasarkan manaqib yang sering aku dengar waktu kecil, betapa menyedihkannya orang-orang yang telah pulang dengan penyesalan, semasa hidup tidak taat dengan ketentuan Tuhan mereka. Mereka meminta untuk dibangkitkan kembali ke dunia untuk beribadah melakukan amal sholeh. Sungguh, ketika itu adalah penyesalan yang tiada berguna.

Jika aku bisa menghentikan waktu, meskipun aku bukan golongan orang sholeh, aku ingin pulang setidaknya dalam sebaik-baik keadaan, dengan penuh damai bahwa aku akan bertemu dengan-Nya.

9. Hayo Kemarin Pas Pilpres, Pilih Nomor Berapa?

Setelah angka 1, angka 2 hehehe

10. Suka Lihat Youtube Paranormal Experience atau Perjalanan?

Perjalanan dong, Jejak Nile dan Li Ziqi contohnya. Ada satu channel, Her 86m2, yang mengingatkan simfoni masa lalu yang sederhana secara emosional. Memetik jamur turup atau kuping di kebun karet. Di pepes saja, itu lezatnya sudah tiada dua. Selain itu, aku, wahda kecil-anak perempuan yang begitu manja, senang sekali merawat kebun bunga. Sungguh sebuah kenangan masa kecil yang indah dan begitu hangat di dalam ingat.

11. Sebutkan Kartun Favoritmu Ketika Masih Kecil

Chalk Zone menceritakan kehidupan seorang anak kecil -Rudy Tabootie- dan kapur ajaibnya yang bisa membawanya ke dunia di mana semua yang ia gambar menjadi hidup. Popeye Si Pelaut, Tom and Jerry, dan SpongeBob SquarePants, dan kartun yang biasa tayang di Minggu pagi. Sampai sekarang I still enjoy to watch cartoon or anime HEHE


11 NOMINATOR BERIKUTNYA

https://zabacabuku.wordpress.com/

https://helpyouguides.com/

https://languagedeath.com/

https://papuansdrawing.wordpress.com/

https://revolutionchef.wordpress.com/

https://mulerid.wordpress.com/

https://www.marcelooleas.com/

https://prosperwanderlust.wordpress.com/

https://infoterbaik.home.blog/


11 PERTANYAAN UNTUK NOMINATOR BERIKUTNYA

  1. Kamu suka nulis atau engga? kalau iya, di mana dan sejak kapan?
  2. Membaca atau menulis, pilih mana? dan kenapa?
  3. Buku atau film favoritmu, genrenya apa?
  4. Kalau beli bahan bakar motor/ mobil, kamu lebih pilih membeli di pedagang kecil/ spbu? kenapa?
  5. Kamu berasa risihh juga gak kalau tidak pakai jam tangan?
  6. Kalau lagi free dan harinya hujan, favoritnya ngapain?
  7. Solo traveller atau team, which is your favorit one?
  8. Masih suka nonton kartun, anime, atau bacaan anak? (apa ya istilahnya? pokonya sejenis The Little Prince aka Le Petit Prince)
  9. Hal-hal kecil apa yang bisa buatmu senang/ bahagia?
  10. Hayoo, pilih divaksin covid-19 atau engga?
  11. Apa hal yang kamu syukuri hari ini?

Bismillah yok. Jalan kita memang tidak mudah. Tapi kita punya Allah yang memudahkan.

Thanks for scrolling. I’m Wahda.

Have a great day ahead the world ! Thank you.

Banjir Bandang Terjang HST KALSEL: 148 Buah Rumah Hancur Tak Bersisa dan Telan Korban Jiwa

Rumah beton warga di desa Alat Seberang yang tertinggal pondasi (sumber: dokumentasi pribadi)

Curah hujan tinggi di pegunungan meratus terjadi selama beberapa hari di pertengahan Januari 2021. Hujan juga sedang deras-derasnya sejak Rabu sore hari 16.00 WITA di daerah Kec. Hantakan dan Batu Benawa.

yuk bantu korban dengan menyebarkan atau berdonasi di https://kitabisa.com/campaign/korbanbanjirbandanghankatankalselpulih

Rabu malam, Sekitar jam 22.00 WITA, warga Hantakan dibuat panik oleh gemuruh air yang seolah mengamuk. Banjir bandang kali ini merupakan banjir terbesar yang pernah terjadi sepanjang masa, menyebabkan kerusakan yang sangat parah tidak hanya di Desa Alat seperti tahun 2013 silam, tetapi juga banyak Desa lainnya di Hulu Sungai Tengah (HST) seperti desa Arangi, Hantakan, Bulayak, Batu Tunggal, Batu Hayam, Waki, Haliau, Pagat dan Batu Benawa.

Total 148 Buah Rumah Hancur Tak Bersisa Disapu Banjir Bandang

Banyak rumah di desa tersebut luluh lantak tak bersisa terutama yang berada dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) yang tanah perumahannya ikut longsor dan kini menjadi sungai.

Daftar Nama Korban Banjir Bandang HST yang Rumahnya Habis Tersapu

38 buah rumah dan 1 buah Musholla di desa Alat tersapu banjir bandang, tidak bersisa bahkan tanahnya tidak bisa dibangun rumah kembali karena tanggal terbawa arus menjadi sungai yang melebar.

Kondisi Kamis pagi (09.00 WITA) di desa Alat Muara di mana 1 buah langgar dan 9 buah rumah serta tanah warga tanggal hingga batas pinggir jalan beraspal dan jembatan putus. (Sumber: dokumentasi pribadi)
Rumah kayu warga di desa Alat Seberang yang tertinggal pondasi (sumber: dokumentasi pribadi)

“Jam 21.30 WITA kaum mengumumkan di Langgar kalau air mulai pasang, suara gesekan bebatuan berangsur. Beruntung terjadi malam hari sehingga kami bisa menyelamatkan keluarga lari ke gunung (dataran tinggi). Seketika sampai di pengungsian, air bergelombang besar datang tiba-tiba dan menyapu habis rumah di pinggiran sungai.” Ungkap ibu-ibu salah satu warga desa Alat Muara yang sedang makan mie instan dicampur nasi pada Kamis pagi.

Sapnah dan keluarga, warga desa Alat Seberang Ujung, terpaksa mengungsi tidur di pondok ladang dataran tinggi miliknya sebelum berutang membeli terpal untuk membangun tenda darurat.

19 buah rumah di Hantakan hanya tertinggal pondasi dan sisnya porak poranda. Kerusakan terparah berada di sepanjang jalan Brigjen H. Hasan Baseri kawasan Manggasang, Hantakan pasar, sebelum kantor Camat, dan perbatasan Desa Hantakan dan Barabatung yang rumahnya banyak hancur sebagian. Sebagian warga sempat menyelamatkan diri dan keluarga sebelum air menggulung dan sebagian warga juga berhasil mengamankan liabilitas mereka seperti mobil dan motor ke halaman kantor camat yang datarannya lebih tinggi. Sebagian warga berdiam diri pasrah di rumah sambil berdoa semoga selamat sebab sudah terkepung banjir dan arus di halaman rumah sangat deras.

Bangunan pasar Hnatakan yang roboh (sumber: dokumentasi pribadi)

39 buah rumah di pemukiman Bulayak dan Batu Tunggal juga hancur tak bersisa bahkan tidak meninggalkan pondasi dihantam air yang begitu dahsyat karena pemukiman terletak bersebelahan dataran tinggi Manggasang dan berdampingan aliran sungai Manggasang. SDN Bulayak pun ikut porak poranda terbongkar.

“Kami tidak mengira airnya seperti ini karena seumur umur paling banjir sampai kolong rumah. Tapi Alhamdulillah kami sempat melarikan diri ke atas dataran tinggi” jelas Sahrani yang kehilangan rumahnya.

Di desa Waki, tepat jam 12.00 WITA, banjir bandang menerjang perkampungan warga yang tidak jauh dari Daerah Aliran Sungai tempat wisata air Riam Banjandik, Pulau Mas, dan Baruh Bunga. Sebanyak 40 buah rumah di desa Waki hilang tertinggal pasak ulin dan lainnya rusak-rusak.

“Kami menyelamatkan diri naik lewat bubungan, melompat dari atap ke atap sampai ke rumah warga yang bertingkat, saat itu air di halaman sudah sangat deras dan di dalam rumah sudah mencapai dada. Kalau kedalaman banjir sedikit lagi sampai ke atap” cerita pak Suriansyah ketika berkunjung ke rumah beliau pada hari Rabu 20 Januari.

Suasana di desa Waki pasca banjir bandang (sumber: dokumentasi pribadi)
Suasana di desa Waki pasca banjir bandang (sumber: dokumentasi pribadi)

Begitu juga dengan desa-desa lainnya seperi Haliau, Pagat, dan Batu Benawa, rumah-rumah terendam banjir dan sebagin dapur hancur. Di kawasan pasar Pagar, air di dalam rumah mencapai ketinggian sedada orang dewasa. Puncak banjir bandang di kawasan Batu Benawa terjadi pada tengah malam pukul 02.00 WITA.

Banjir bandang tersebut berlangsung sekitar satu jam dan kemudian air berangsur surut. Banjir tersebut mengalir cepat menuju pusat kota Barabai dan tergenang selama beberapa hari sejak Kamis pagi.

Kondisi banjir di pusat kota Barabai (Jl. Sarigading, Bulau Tengah)

Kamis dan Jum’at, warga dibuat was-was akan datangnya banjir bandang susulan perihal hujan yang tak henti selama dua hari tersebut.  Pada Kamis dan Jum’at pagi banjir susulan melanda, namun tidak sedalam banjir bandang pada Rabu tengah malam.

Ratusan Rumah Tak Layak Huni

Pasca banjir, banyak rumah yang tak layak huni karena bagian-bagian rumah rusak diterjang banjir seperti bagian depan, dapur, dinding, ataupun hanya tertinggal bagian atap.

Rumah warga Hantakan yang tertinggal pasak ulin dan sebelahnya hanya tertinggal dinding dan atap (sumber: dokumentasi pribadi)
Rumah warga desa Alat yang hanya tertinggal bagian teras (sumber: dokumentasi pribadi)
Rumah warga Hantakan yang kehilangan dinding, perabotan terbawa arus, dan di dalamnya penuh lumpur (sumber: dokumentasi pribadi)

Hampir Semua Rumah Lainnya Berlumpur Hingga Selutut dan Kerusakan Perabotan Rumah Tangga

Rumah warga Hantakan yang terendam hingga 2 meter dan di halamannya didepenuhi purakat (kumpulan bambu yang tercabut sampai akar) (sumber: dokumentasi pribadi)
Rumah dan jalan menuju desa Alat yang dipenuhi lumpur (sumber: dokumentasi pribadi)

3 Mayat Ditemukan dan 3 Lainnya Masih Belum

Bapa, nama panggilan salah satu warga desa Hantakan, hilang terbawa arus deras bersama rumahnya. Saat air belum dalam-dalamnya, beliau dan warga sekitar sempat mengungsi ke musholla Pondok Pesantren Ar-Raudah. Beliau sempat mengantarkan anaknya dan setelah itu bergegas kembali ke rumah. Pada saat itu juga, air dengan debit sangat tinggi menghantam dan melahap habis rumah beliau.

Pencarian orang hilang dan evakuasi dilakukan warga Hantakan sejak Kamis pagi. Mayat seorang laki-laki (Farid Mazidi) ditemukan di tumpukan robohan rumah yang dipenuhi lumpur. Alm. sempat menyelamatkan diri bersama isteri dan anak sebelum air melonjak dahsyat. Namun naas saat kembali memasuki rumah, maut menghampiri. Alm dikebumikan pada Jum’at siang 10.00 WITA di desa Bulayak.

Jum’at 10.00 WITA, warga menemukan dua mayat laki-laki di desa Hantakan. Berdasarkan identifikasi visual wajah mayat, identitas kedua mayat tersebut (Anang dan Ubi) adalah warga desa Timan yang sedang bekerja membangun rumah di desa Rantau Parupuk (salah satu perkampungan di pegungungan meratus). Pada saat itu juga, mayat dipulangkan ke rumah keluarga masing-masing. Keluarga korban tidak menduga banjir bandang juga melanda tempat korban bekerja.

Berdasarkan hal itu, perkampungan warga di pengunungan meratus yang sangat sulit diakses juga mengalami kerusakan parah. Berdasarkan informasi warga Rantau Parupuk, sepasang suami isteri ada yang terbawa arus.

Berdasarkan hasil rapat warga dan pihak keluarga, pencarian dihentikan pada Senin. Hingga saat ini Bapa dan sepasang suami isteri tersebut belum ditemukan.

Air Sungai Yang Tak Kunjung Jernih

Sudah satu minggu berlalu, namun air sungai yang menjadi sumber air warga tidak kunjung jernih, pekat berlumpur tanah. Biasanya tidak lebih dari dua hari setelah banjir biasa ataupun bandang, air akan kembali jernih. Berdasarkan informasi warga yang berasal dari pemukiman gunung meratus, gunung Pagaran dan Uwang longsor dan terbendung.

Sejak Sabtu, Menuju Kembali Pulih

Hingga Jum’at, situasi kec. Hantakan lumpuh total, semua akses jalan menuju kec. Hantakan terputus karena masih ada jalan yang tergenang banjir. Selain itu, listrik padam dan tidak ada layanan jaringan.

Bantuan logistik seperti beras, mie instan, telur, air minum, dan pakain dari kab. Tetangga (HSU, HSS, Rantau, Tanjung, Balangan) tiba sejak Sabtu. Bantuan logistik juga ada yang berasal dari Moara Koman, Kalimantan Timur. Bantuan logistik ditransfer oleh warga Hantakan ke desa-desa yang susah terakses seperti Arangi, Batu Hayam, dan Desa yang jauh di pedalaman menggunakan kendaraan trail karena jalan beraspal yang ambruk.

Jalan yang putus menuju desa Alat Ujung (sumber: dokumentasi pribadi)

Sejak Sabtu, kondisi Kec. Hantakan dan Batu Benawa mulai pulih merangkak. Meskipun begitu, tetap meninggalkan duka mendalam bagi warga yang kehilangan rumah, tanah, dan keluarganya. Oleh karena itu, yuk kita sama-sama peduli dan berbagi untuk meringankan beban mereka selama fase pemulihan melalui donasi di kitabisa.com (link tertera). https://kitabisa.com/campaign/korbanbanjirbandanghankatankalselpulih

Kamu juga bisa membantu menyebarkan link kebaikan tersebut kepada keluarga dan teman-temanmu ya. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya dan Allah balas kebaikan kita hari ini dengan berkah berlimpah kasih. Aamiin Allaahumma Aamiin 🙂

Terry Perdanawati

Catatan Seorang Perempuan Jawa di Amerika

Engineering, Science & Technology Resources Portal

Where Teaching and Learning in a Networked World...

Science, Technology and Innovation - Time - Data - World @ Rodrigo Nunes Cal

Its content is always essential to the world progress. The human lifespan needs to increase very significantly and quickly always by very efficient scientific projects and research, for example

Kisah Kasih

Karena Allah Selalu Percaya Padamu

Learn Anytime Anywhere

An Atomic Space For Sharing and Learning

Discover WordPress

A daily selection of the best content published on WordPress, collected for you by humans who love to read.